14

4 Acara Televisi Dicekal KPI

KPI kembali mengevaluasi acara-acara televisi yang tayang di 9 stasiun televisi swasta nasional. Dan telah terseleksi 4 acara televisi yang mendapat peringatan keras. Berikut ke-4 acara televisi tersebut :

1. Ngelenong Yuk (Trans TV)
2. Suami-Suami Takut Istri (Trans TV)
3. One Piece (Global TV)
4. Extravaganza (Trans TV)

Untuk Extravaganza sejak tahun lalu sudah mendapat peringatan keras, dan sekarang kembali lagi masuk ‘nominasi’ .

Penilaian yang dilakukan KPI itu antara lain didasarkan pada :
1. Unsur Kekerasan
2. Melecehkan atau Memperdaya golongan tertentu

KPI lebih lanjut menyarankan agar acara-acara tersebut baiknya ditayangkan pada malam hari, dimana anak kecil yang belum bisa membedakan benar apakah itu akting atau sungguhan tidak mempunyai kesempatan untuk menonton.

Menurut saya, seharusnya KPI lebih ketat lagi melakukan seleksi dan penilaian. Dan tidak hanya untuk televisi swasta nasional, televisi lokal juga perlu. Palagi untuk film-film kartun yang notabene konsumsi anak-anak tetapi jika didalami misinya banyak yang tidak menyelipkan unsur pendidikan bahkan banyak film kartun yang mengenyampingkan peran orang tua di dalamnya maka tak heran kalo anak sekarang lebih banyak melawan sama orang tuanya.

Adanya KPI Award untuk televisi terbaik maupun terburuk tiap tahun harus tetap diadakan agar para pengusaha di bidang pertelevisian tidak hanya melihat suatu acara dari segi bisnis saja, tapi juga dari segi pendidikan publik.

Setelah STPDN sekarang STIP

Kekerasan di kampus terutama antara senior dengan junior selalu identik dengan STPDN. Secara jika kita mendengar kata kekerasan di kampus, langsung pikiran kita tertuju pada sekolah penempa calon praja tersebut, karena akhir-akhir ini pemberitaan yang fenomenal tersebut selalu mengarah pada kampus yang berlokasi di Jatinangor itu. Tetapi hal ini tidak akan berlangsung lama setelah terbongkarnya aksi kekerasan antara senior kepada junior di kampus STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran). Pagi tadi waktu nonton nuansa pagi RCTI ditampilkan video amatir yang dikirim oleh pemirsa Nuansa Pagi RCTI. Serupa dengan kekerasan yang terjadi di STPDN, di STIP pun pemukulan di anggota badan dilakukan kepada junior oleh seniornya dan kejadian “latih fisik” ini tidak diketahui oleh pengurus.
Dunia Pendidikan kembali lagi berduka, kini bertambah lagi list kampus yang tercoreng akibat buruknya sistem pendidikan. Inikah potret pendidikan kita? Kekerasan, premanisme, geng2an mewarnai berkembangnya dunia pendidikan akhir-akhir ini.

Memang untuk sekolah sejenis STPDN, STIP, Akpol dan sejenisnya, ciri khas kedisplinan tinggi tidak bisa ditinggalakan begitu saja. Disiplin harus menempel dalam jiwa para murid dan mahasiswanya. Dulu waktu SMU saya bersekolah yang menerapkan kedisiplinan yang tinggi, tapi disini hukuman fisik berupa pemukulan tidak boleh dilakukan baik oleh guru maupun senior. Kalo kami bersalah karena terlambat semenit saja, atau melakukan gerakan yang tidak penting pada waktu upacara, tidak mengerjakan tugas, dan pelanggaran-pelanggaran lain, hukuman yang biasanya diberikan kayak push up, lari keliling lapangan, hormat bendera…dan hukuman tersebut saya rasa udah cukup buat jera juga, karena tiap murid punya malu ketika mereka harus menerima hukuman, dan berharap kalo perbuatan tersebut tidak terulang lagi. Akhirnya kami bisa belajar untuk kedisiplinan.
Lalu buat apa pemukulan2 tersebut, saya rasa hanya sebuah ajang untuk menunjukan kesenioritasan dan ke-eksisan suatu kelompok dalam lingkungan kampus tersebut.
Jika sebelumnya tradisi tersebut adalah memang suatu “upacara” yang harus dilakukan dan adalah suatu hal yang biasa di lingkungan kampus mereka, tetapi setelah ke-ekspose media dan mencatut nama sekolah, “upacara” yang selama ini mereka lakukan justru menjadi boomerang..
Kalo sudah begini, yang malu bukannya yang dihukum tapi eksekutornya atau penghukumnya … 😉

3

Beberapa alasan kenapa April Mop tidak perlu dirayakan

Besok tanggal 1 April, biasanya orang-orang merayakan April Mop atau yang disebut April Fool’s Day dimana orang2 boleh menjahili sesamanya dan yang dijahili tidak boleh marah.
Zaman-zaman masih sekolah masih seru-seruan saling jahil-menjahili sesama temen. kalo sekarang? ehmm…apa untungnya?..lagian ini bukan budaya kita..budaya asing n gak jelas asal-usulnya. Dan lebih mengagetkan lagi, setelah baca-baca di beberapa web yang menulis tetang sejarah april mop bahwa hari tersebut merupakan peringatan peristiwa pembantaian umat Islam di Spanyol. berikut beberapa web yang mengulasnya
1. http://www.antara.co.id/arc/2008/3/30/umat-islam-tak-pantas-rayakan-april-mop/
2. http://swaramuslim.net/more.php?id=199_0_1_0_m
(silahkan cari yang lain..)
Ngeri banget…!!!!

Tapi saya nggak mau terlalu mengulas dan membahas sejarah tersebut karena sumber dan refrensinya blm jelas (tahun kejadian tidak disertakan pada artikel yang saya baca) dan takutnya menimbulkan fitnah. Apalagi jika sampai menimbulkan efek yang lebih buruk. Zaman sekarang semakin banyak orang yang sensitif apalagi jika menyentuh SARA. Bukannya saya nggak percaya dengan tulisan-tulisan tersebut. Kita tetap perlu waspada.  
Terlepas dari berita tersebut bukankah lebih baik kalo kita tak perlu merayakan apa yang disebut April Mop tersebut. Kenapa saya bilang begini :

pertama, ini bukan budaya kita apalagi budaya Islam (sama halnya dgn Valentine- so kita tak perlu merayakan)
Kedua, bukankah bergaul dengan teman diharuskan dengan iktikad dan norma-norma yang baik serta tidak boleh sampai membuat mereka marah, apalagi sampai menjahili dgn tujuan yang gak jelas, iya kalo mereka tahu maksud kita kalo tidak malah akan timbul permusuhan.
Ketiga, ada yang menyebut di april mop kita bisa ‘menipu’. gak tau kandungan arti menipu ini apa atau hanya sekedar menipu untuk menjahili? bagaimana kalo tipuan kita ternyata membuat orang lain tidak ridha dan parahnya kalo sampai perbuatan kita dikategorikan mendzolimi mereka. Naudzubillah. 
Keempat, biasanya seseorang yang merayakan april mop akan merencanakan beberapa cara/trik untuk bisa mengerjai temennya bahkan hal tersebut kadangkala sudah dipikirkan jauh-jauh hari sebelumnya..menurut saya ini buang-buang waktu..masih banyak hal positif untuk dipikirkan.

Mungkin setiap orang pasti berbeda mengenai pendapat tentang April Mop ini dan bagaimana menyikapinya. Ya kita kembalikan ke masing-masing individunya.