Lets use clodi , let’s go green and save the earth

Dari judul diatas pasti timbul pertanyaan apa hubungannya memakai clodi dengan go green dan menjaga bumi ?
pasti ada hubungannya bunda dan sista.

clodi = cloth diaper , artinya adalah popok yang bisa dicuci , kalo popok bisa dicuci berari kita kan tak perlu membuang-buang popok/diapers yang biasanya kita pakai ke tempat sampah. sehari 3-4 popok, seminggu, sebulan, setahun berapa popok .

pospak yg menggunung

Itu hanya satu bayi bayangkan di tempat kita ada berapa bayi..di negara kita ada berapa bayi ..di bumi kita ada ratusan jutaan bayi bisa lebihhh…. bayangkan bisa penuh sesak dengan sampah popok. Bagaimana dengan anak cucu kita nantinya , masakah mereka mau jalan ke timur ketemu sampah pospak (popok sekali pakai), ke selatan ketemu pospak lagi , ke barat ke timur ..ah jadi ngeri .

Diantara bunda-bunda pasti ada yg belum ‘ngeh’ dengan apa sih clodi itu..Yuk simak tulisan berikut

Apa itu cloth diaper?

Cloth Diaper, atau disingkat menjadi clodi, adalah popok kain modern. Berbeda dengan popok kain tradisional, cloth diaper (clodi) ini dibuat dari bahan yang dapat menyerap cairan sehingga dapat tahan dipakai dalam rentang waktu tertentu(3-10 jam) Jadi secara sederhana, cara kerja clodi dapat dikatakan seperti disposable diaper (diaper sekali pakai), tetapi dapat dicuci ulang, sehingga dapat digunakan berulang-ulang Mengapa memakai cloth diaper? Kesehatan Popok sekali pakai mengandung jejak zat Dioxin, yaitu zat yang sangat beracun dari proses pemutihan kertas. Merupakan bahan kimia karsinogenik, yang terdaftar oleh EPA sebagai zat yang paling beracun dari semua zat-Apa itu cloth diaper?

Cloth Diaper, atau disingkat menjadi clodi, adalah popok kain modern.

Berbeda dengan popok kain tradisional, cloth diaper (clodi) ini dibuat dari bahan yang dapat menyerap cairan sehingga dapat tahan dipakai dalam rentang waktu tertentu(3-10 jam)
Jadi secara sederhana, cara kerja clodi dapat dikatakan seperti disposable diaper (diaper sekali pakai), tetapi dapat dicuci ulang, sehingga dapat digunakan berulang-ulang

Mengapa memakai cloth diaper?

Kesehatan
Popok sekali pakai mengandung jejak zat Dioxin, yaitu zat yang sangat beracun dari proses pemutihan kertas. Merupakan bahan kimia karsinogenik, yang terdaftar oleh EPA sebagai zat yang paling beracun dari semua zat kimia penyebab kanker. Zat ini sudah dilarang (banned) di banyak negara.

Popok sekali pakai mengandung Tributyl-tin (TBT), yaitu suatu polutan beracun yang dapat menyebabkan masalah hormonal pada manusia dan hewan.

Popok sekali pakai mengandung zat sodium polyacrylate, sejenis polimer penyerap super (SAP), yang akan menjadi seperti gel pada saat basah. Bahan-bahan serupa telah digunakan dalam media serap yang kuat, sampai dengan awal tahun 1980-an. Kemudian terungkap bahwa zat tersebut dapat meningkatkan resiko toxic shock syndrome, dan membuat lingkungan yang dapat meningkatkan produksi bakteri toksin.

Pada bulan Mei 2000, Archives of Disease in Childhood mempublikasikan penelitian yang menunjukkan bahwa suhu skrotum pada anak laki-laki meningkat pada saat memakai popok sekali pakai.

Penggunaan jangka panjang dari popok sekali pakai, dapat menyebabkan mekanisme pendingin testis fisiologis menjadi tumpul.

Kulit sebagian bayi dapat sensitif terhadap kandungan yang dipakai dalam popok sekali pakai.

Lingkungan

Pada tahun 1988, lebih dari 18 miliar popok yang dijual dan dikonsumsi di Amerika Serikat. Berdasarkan perhitungan, diperkirakan bahwa 27,4 miliar popok sekali pakai dikonsumsi setiap tahun di Amerika Serikat saja.

Lebih dari 92% dari popok sekali pakai akan berakhir ditimbun di tanah.

Tidak ada yang tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan popok sekali pakai untuk membusuk. Tetapi diperkirakan sekitar 250-500 tahun.Popok sekali pakai berada di urutan ketiga terbesar dari item tunggal yang berkontribusi pada tanah lingkungan kita, dan mewakili sekitar 4% dari limbah padat.

Lebih dari 300 pounds kayu, 50 pounds bahan baku minyak, dan 20 pounds klorin digunakan untuk memproduksi popok sekali pakai untuk satu bayi setiap tahunnya.

Kulit kering dan ruam (rash)

Alasan yang paling umum untuk ruam (rash) akibat popok adalah karena kelembaban yang tinggi di kulit.
Bayi yang baru lahir harus ganti popok hampir setiap jam.
Dan apabila sudah agak besar, harus ganti popok setiap 3-4 jam, tidak peduli apa pun jenis popok mereka pakai.

Setidaknya separuh dari bayi-bayi yang menggunakan popok akan menunjukkan adanya ruam, setidaknya satu kali selama tahun-tahun mereka menggunakan popok.

Ruam akibat popok ini hampir tidak pernah terdengar sebelum penggunaan celana karet atau plastik di tahun 1940-an.

Tidak ada perbedaan yang signifikan antara popok kain (cloth diaper) dan popok sekali pakai ketika berbicara mengenai ruam akibat popok ini.

Ada banyak penyebab untuk ruam, seperti alergi makanan, infeksi jamur, sensitivitas kulit, lecet, dan iritasi kimia.

Ruam popok dapat terjadi akibat makanan baru yang diperkenalkan pada bayi. Beberapa makanan dapat meningkatkan frekuensi buang air besar yang juga bisa menjadi salah satu penyebab.
Perubahan dalam diet ibu menyusui dapat mengubah tinja bayi, sehingga dapat menyebabkan ruam.

Biaya

Diperkirakan bahwa setiap bayi membutuhkan sekitar lebih dari 7.000 popok sampai dengan usia 3 tahun.
Berikut adalah perbandingan estimasi biaya, penggunaan popk sekali pakai (disposable diapers) dan cloth diapers:
Popok sekali pakai (disposable diapers)
Diasumsikan penggunaan popok sebanyak 5 pcs / hari
Dengan harga Rp 2.000,- / popok, berarti biaya yang diperlukan adalah Rp 3.600.000,- / tahun.
Dengan asumsi penggunaan popok sampai anak usia 30 bulan, maka total biaya popok yang harus disediakan adalah lebih dari Rp 9.000.000.- / anak.

Cloth diaper

Dengan asumsi 1 hari, si kecil menggunakan 5 pcs clodi, dan diasumsikan proses mencuci dan pengeringan memakan waktu (asumsi) 3 hari, maka diperlukan sebanyak 15 pcs clodi / anak dan 5 pcs untuk cadangan total clodi yang diperlukan adalah 20 pcs clodi/anak

Melihat harga clodi yang sangat beragam, mulai dari Rp 60rb / pcs sampai dengan Rp 300rb / pcs, maka kami mengambil jalan tengah dengan mengasumsikan harga clodi di Rp 150rb / pcs.
Maka biaya popok yang diperlukan adalah sebesar Rp 3.000.000,- / anak.

Dengan demikian, penggunaan cloth diaper bisa menghemat biaya popok si kecil lebih dari 60% !
kimia penyebab kanker. Zat ini sudah dilarang (banned) di banyak negara. Popok sekali pakai mengandung Tributyl-tin (TBT), yaitu suatu polutan beracun yang dapat menyebabkan masalah hormonal pada manusia dan hewan. Popok sekali pakai mengandung zat sodium polyacrylate, sejenis polimer penyerap super (SAP), yang akan menjadi seperti gel pada saat basah. Bahan-bahan serupa telah digunakan dalam media serap yang kuat, sampai dengan awal tahun 1980-an.

Kemudian terungkap bahwa zat tersebut dapat meningkatkan resiko toxic shock syndrome, dan membuat lingkungan yang dapat meningkatkan produksi bakteri toksin. Pada bulan Mei 2000, Archives of Disease in Childhood mempublikasikan penelitian yang menunjukkan bahwa suhu skrotum pada anak laki-laki meningkat pada saat memakai popok sekali pakai. Penggunaan jangka panjang dari popok sekali pakai, dapat menyebabkan mekanisme pendingin testis fisiologis menjadi tumpul.

Kulit sebagian bayi dapat sensitif terhadap kandungan yang dipakai dalam popok sekali pakai. Lingkungan Pada tahun 1988, lebih dari 18 miliar popok yang dijual dan dikonsumsi di Amerika Serikat. Berdasarkan perhitungan, diperkirakan bahwa 27,4 miliar popok sekali pakai dikonsumsi setiap tahun di Amerika Serikat saja. Lebih dari 92% dari popok sekali pakai akan berakhir ditimbun di tanah. Tidak ada yang tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan popok sekali pakai untuk membusuk. Tetapi diperkirakan sekitar 250-500 tahun.

Popok sekali pakai berada di urutan ketiga terbesar dari item tunggal yang berkontribusi pada tanah lingkungan kita, dan mewakili sekitar 4% dari limbah padat. Lebih dari 300 pounds kayu, 50 pounds bahan baku minyak, dan 20 pounds klorin digunakan untuk memproduksi popok sekali pakai untuk satu bayi setiap tahunnya. Kulit kering dan ruam (rash) Alasan yang paling umum untuk ruam (rash) akibat popok adalah karena kelembaban yang tinggi di kulit. Bayi yang baru lahir harus ganti popok hampir setiap jam. Dan apabila sudah agak besar, harus ganti popok setiap 3-4 jam, tidak peduli apa pun jenis popok mereka pakai.

Setidaknya separuh dari bayi-bayi yang menggunakan popok akan menunjukkan adanya ruam, setidaknya satu kali selama tahun-tahun mereka menggunakan popok. Ruam akibat popok ini hampir tidak pernah terdengar sebelum penggunaan celana karet atau plastik di tahun 1940-an. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara popok kain (cloth diaper) dan popok sekali pakai ketika berbicara mengenai ruam akibat popok ini. Ada banyak penyebab untuk ruam, seperti alergi makanan, infeksi jamur, sensitivitas kulit, lecet, dan iritasi kimia. Ruam popok dapat terjadi akibat makanan baru yang diperkenalkan pada bayi. Beberapa makanan dapat meningkatkan frekuensi buang air besar yang juga bisa menjadi salah satu penyebab. Perubahan dalam diet ibu menyusui dapat mengubah tinja bayi, sehingga dapat menyebabkan ruam.

Biaya Diperkirakan bahwa setiap bayi membutuhkan sekitar lebih dari 7.000 popok sampai dengan usia 3 tahun. Berikut adalah perbandingan estimasi biaya, penggunaan popk sekali pakai (disposable diapers) dan cloth diapers: Popok sekali pakai (disposable diapers) Diasumsikan penggunaan popok sebanyak 5 pcs / hari Dengan harga Rp 2.000,- / popok, berarti biaya yang diperlukan adalah Rp 3.600.000,- / tahun. Dengan asumsi penggunaan popok sampai anak usia 30 bulan, maka total biaya popok yang harus disediakan adalah lebih dari Rp 9.000.000.- / anak.

Cloth diaper Dengan asumsi 1 hari, si kecil menggunakan 5 pcs clodi, dan diasumsikan proses mencuci dan pengeringan memakan waktu (asumsi) 3 hari, maka diperlukan sebanyak 15 pcs clodi / anak dan 5 pcs untuk cadangan total clodi yang diperlukan adalah 20 pcs clodi/anak Melihat harga clodi yang sangat beragam, mulai dari Rp 60rb / pcs sampai dengan Rp 300rb / pcs, maka kami mengambil jalan tengah dengan mengasumsikan harga clodi di Rp 150rb / pcs. Maka biaya popok yang diperlukan adalah sebesar Rp 3.000.000,- / anak. Dengan demikian, penggunaan cloth diaper bisa menghemat biaya popok si kecil lebih dari 60% !

Dari penjelasan diatas kiranya bunda-bunda dah bisa bayangin, jadi tunggu apalagi..yuk berikan yg terbaik buat si kecil dengan berclodi ria..

so be smart mOM and be wise.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s