Kontroversi bonus kondom di album perdana Julia Perez

Lagi-lagi kontroversi di kalangan artis. Belum selesai kasus Dewi Persik. Sekarang muncul lagi berita hangat dan mengundang kontroversi seru. Kali ini datang dari artis Julia Perez yang membuat berita heboh dengan menyertakan kondom di dalam album perdananya. Kondom disini bukan judul lagu loh, tapi beneran kondom dalam arti sebenarnya. Hal ini berkaitan dengan figurnya sebagai model dari brand tersebut. Lalu untuk apa kondom disertakan dalam CD albumnya?? Dalih pihak Julia Perez, adalah karena mereka peduli dengan bahaya HIV/AIDS, makanya dengan menyertakan kondom dalam CD Albumnya, mereka berarti ikut meyukseskan program penanggulangan AIDS. Tujuan baik tersebut ternyata tidak tepat. Dan hal tersebut ditanggapi oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan, Ibu Meutia Hatta karena yang dilakukan oleh Julia perez tidak ada koordinasi sebelumnya dengan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS, jadi ini bisa menimbulkan interpretasi buruk di kalangan masyarakat. Judul-judul lagu di dalamnya pun banyak memberikan kesan negatif, seperti judul lagu Kamasutra dsb.

Bagaimana tidak menimbulkan kontroversi, dengan menyertakan kondom di dalam CD Musik -ini kasus pertama kali di Indonesia- berarti akan mempermudah anak-anak yang belum berumur untuk mendapatkan kondom. Walaupun Julia Perez menyangkal bahwa target market penjualan albumnya adalah orang dewasa, tapi toh buktinya Album tersebut dijual bebas, dan umur berapa pun bisa membelinya sama halnya dengan kondom yang juga dijual bebas. Tapi pasti lain kan ceritanya kalo anak kecil/yang belum berumur membeli kondom langsung, mereka kebanyakan harus berpikir seratus kali untuk membelinya karena merasa malu dan pasti ada beban tersendiri. Tapi jika untuk mendapatkan kondom dengan membeli kaset rekaman/CD, rasa malu itu pun pasti bisa tertepis.
Inilah yang akhirnya menuai protes, apakah ide menyertakan kondom dalam sebuah album rekaman adalah efisien sebagai program penanggulangan HIV/AIDS? atau justru akan memicu free sex..Hal inilah yang tidak terpikirkan oleh managemen Julia Perez..atau memang sebenarnya sudah terpikirkan, tetapi karena didorong oleh sisi komersialisasi, makanya efek seperti itu disingkirkan begitu saja.  Sudah bisa terbaca oleh publik dengan menaruh ‘kondom’ di dalam sebuah album tak lain dan tak bukan adalah untuk sebuah popularitas dan sensasional yang akhirnya dapat mendongkrak penjualan album perdananya.

Para orang tua mesti berhati-hati kali ini, lebih teliti untuk memperhatikan kaset/CD yang dipunyai anak remajanya. Jangan sampai anak remaja Anda membeli Album Julia Perez tanpa sepengetahuan Anda dan tidak di bawah pengawasan Anda, kita hanya memperkecil kemungkinan terburuk saja..
Yang jelas fenomena kondom dalam Album Rekaman ini cukup meresahkan. Semoga artis-artis kita kedepannya lebih bijak dalam setiap langkah yang mereka ambil, ini demi kemajuan bangsa. Bangsa ini sudah mulai keropos jangan sampai menjadi lebih keropos lagi..

15 thoughts on “Kontroversi bonus kondom di album perdana Julia Perez

  1. Sebenarnya upaya yang dilakukan oleh JP adalah untuk desensitisasi masyarakat terhadap kondom. Agar alergi masyarakat terhadap kondom berkurang.

    Saya amat salut dengan penyanyi tersebut.

    Apa ada jalan lain yang sudah terbukti efektivitasnya untuk menekan wabah HIV/AIDS melalui hubungan seksual di berbagai negara di dunia?

    Itulah (desensitisasi kondom) yang dilakukan oleh Mr. Mechae di Thailand mulai sekitar tahun 1970-an, yang saat itu untuk KB.

    Saat itu (tahun 1970-an) di taplak meja di restauran-restauran berisi gambar kondom. Pedagang keliling di terminal angkot saat itu semuanya menjual kondom.

    Pada saat itu Mechae juga mendapat banyak perlawanan dari masyarakat Thailand, termasuk tokoh-tokoh agama.

    Tetapi karena Mechae tokoh kuat/strong leader (dia berdarah biru, ganteng, amat populer, pintar, dekat dengan raja, sebagai menteri saat
    itu) maka dia yang menang, dan hasilnya dirasakan sekarang ketika dunia dilanda pandemi HIV/AIDS.

    Dan karena itu pula masyarakat Thailand tidak begitu sensitif pada kondom seperti masyarakat kita.

    Dan karena itu pula Thailand berhasil menurunkan angka infeksi baru (insiden) HIV.

    Logika BAHWA KAMPANYE KONDOM AKAN MENINGKATKAN HUBUNGAN SEKS DILUAR NIKAH, identik dengan logika BAHWA PEMBAGIAN JARUM SUNTIK STERIL AKAN
    MENINGKATKAN PENASUN.

    Apakah ada bukti di semua daerah di Indonesia bahwa program NEP meningkatkan IDU?

    Silahkan kalian bisa mencari semua bukti-bukti di seluruh dunia, apakah dengan kampanye kondom ada bukti meningkatkan hubungan seks di luar nikah?

  2. @www.igama.com
    Kampanye kondom sih boleh-boleh saja. Tetapi saya kurang setuju dengan menyelipkan kondom dalam penjualan kaset. Lagipula segmen kondom ini kan untuk “dipakai” orang dewasa. Sementara kaset si JP kan yang beli kita gak tahu apakah orang dewasa saja atau anak-anak juga ikut beli.
    Kalau kampanye kondomnya di lokalisasi atau pada acara seminar tentang seks ataukah pada acara-acara yang memang ditujukan untuk pendidikan seks sih saya setuju-setuju saja.
    Maksud saya apakah dengan cara JP mengkampanyekan kondom itu bisa mengurangi resiko HIV..saya kok gak yakin.
    Kalau kampanye kondom yang terarah…..saya yakin bahwa kampanye tersebut bisa mengurangi resiko HIV dan tidak meningkatkan resiko hubungan seks diluar nkah.
    Kampanye kan tidak asal kampanye …?
    —salam—

  3. Sya setuju dgn pendapat sodara daeng limpo..memang upaya mengkampayenyakan kondom dalam rangka penanggulangan AIDS seperti yang dilakukan JP tidak tepat.
    Bangsa ini sudah terlahir dengan perbedaan ..dan tidak setiap orang memandang suatu kasus dr kacamata yang sama..

  4. Di nuansa pagi RCTI kemarin jupe di wawancara.. kok kayanya dia sendiri gak begitu paham kenapa dia menyertakan kondom di albumnya, yang banyak menjawab malah Mr.Piere yang katanya dari LSM anti HIV&AIDS…
    Diplomasinya sangat kurang menurut saya, padahal dia yang punya album gitu…
    artis yang aneh…🙄

  5. pertama-tama bagi-bagi kondom, slank sudah lama menyisipkan kondom dengan merek slank, dan itu tidaki menjadi kontroversi. dan alasan mereka sama juga dengan julia perez. kenapa harus ramai? sola kondom jatuh ke tangan yang tidak tepat [baca: anak-anak], yang salah siapa? bagaimana orang tua mengontrol anak lah yang perlu dicakapi, karena musik julia peres memang bukan untuk anak-anak…

    soal free sex, sama saja dengan kasus pencekalan situs-situs porno, kembali lagi pendidikan moral dan agama yang kita tanamkan ke anak-anak kita…jangan hanya menyalahkan keadaan tanpa introspeksi diri apa yang kita telah perbuat untuk mencegahnya…

  6. kalo mau demo anti aids jangan malah ngasih kondom, yang ada mengingatkan untuk tidak berbuat zina..!!! ente ngasih bonus kondom sama aja nyuruh orang untuk masih berbuat zina.. !!! gimana sehh.. !!! dasaar jupe otak sange..!!

  7. sebenernya kondom bukan pencegah HIV tapi justru menambah jumlah, karena dengan adanya kondom sama juga melegalkan FREE SEX.

  8. Ada aturan untuk “obat-obatan” (termasuk kondom “Obat KB)
    1. Jauhkan dari jangkauan anak-anak
    2. Gunakan seperlunya… sesuai takaran yang dianjurkan
    3. Simpan ditempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung
    4. Jangan digunakan jika sudah lewat tanggal kadaluwarsanya…..

  9. “itu sama saja mengajari anak anak yg di bawah umur agar tau kondom,….!”perez lebih baek ente demo HIV lewat jalur lain aza,…jangan seperti ini malah menambah anak anak di bawah umur melakukan pelanggaran hukum!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s